Bencana hidrometeorologis di Sumatera pasca COP30 menjadi bukti nyata meningkatnya risiko iklim bagi negara berkembang. Saatnya Indonesia bersama negara berkembang lainnya mendorong aksi nyata yang lebih kuat dari negara maju dan membawa kembali Amerika Serikat kepada komitmen iklim global sesuai Kesepakatan Paris.
Indonesia is facing growing climate risks, from floods to landslides, as global temperatures rise and action remains too slow. Despite national efforts, weak commitments and limited climate finance from developed countries leave vulnerable nations exposed. Recent disasters in Sumatra show that the climate crisis is already here and urgent, fair action is needed now.
Para pakar lingkungan menilai bahwa perluasan layanan air minum perpipaan oleh PAM dapat menjadi solusi penting untuk mengurangi ketergantungan warga Jakarta pada air tanah yang berlebihan. Dengan memperluas jaringan air PAM dan meningkatkan akses air bersih perpipaan, tekanan pada sumber air tanah dapat berkurang, sekaligus membantu menangani masalah seperti penurunan muka tanah akibat eksploitasi air tanah yang intensif di ibu kota.
Penggunaan air tanah di Jakarta semakin intensif dan dikhawatirkan mempercepat penurunan muka tanah serta menurunkan kualitas air tanah. Para ahli menyoroti bahwa eksploitasi air tanah tanpa pengelolaan yang baik dapat membuat tanah ambles dan memperparah risiko banjir serta intrusi air laut di kota yang sudah rawan ini, sehingga mendesak perlunya solusi alternatif sumber air bersih dan pengaturan penggunaan air bawah tanah.
Pakar lingkungan Mahawan Karuniasa menyatakan bahwa banjir ekstrem di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat bukan hujan biasa, melainkan akibat dampak perubahan iklim — termasuk kemunculan Siklon Tropis Senyar di dekat garis khatulistiwa, sehingga intensitas hujan sangat tinggi dan sungai serta kawasan hutan di Sumatera tidak mampu menahan volume air.
Banjir di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat dipicu hujan ekstrem akibat siklon tropis Senyar serta diperparah perubahan tutupan lahan. Ekosistem yang melemah tak mampu menahan limpasan air, sehingga banjir menjadi lebih parah. BNPB mencatat 174 korban meninggal dan 79 orang hilang hingga 28 November 2025.
Environment Institute
Science Action Innovation
was established in 2010 and has been being dedicated for the nature and humanity. The vision of the organization is to become a part of global entity in sustaining the earth’s life support systems for the human welfare.

