• January 2026

    Ruang terbuka hijau di Jakarta baru mencapai sekitar 5,31 persen dari total wilayah, masih jauh dari target ideal 30 persen. Meski jumlah taman kota terus bertambah, banyak yang dinilai belum mampu menjalankan fungsi ekologis secara optimal, seperti menyerap air hujan, menurunkan suhu udara, dan memperbaiki kualitas lingkungan.

  • January 2026

    Perilaku membuang sampah sembarangan masih menjadi masalah serius yang menggerogoti kualitas lingkungan di kota-kota besar. Kebiasaan ini tidak hanya merusak pemandangan, tetapi juga mengakibatkan pencemaran tanah, air, dan udara serta meningkatkan risiko banjir dan gangguan kesehatan. Upaya perubahan perilaku masyarakat diperlukan agar sampah tidak lagi mencemari ruang publik dan ekosistem sekitar.

  • January 2026

    Di kawasan Muara Baru, Jakarta Utara, tumpukan sampah yang menggunung menjadi sorotan pakar lingkungan, yang menilai masalah ini bukan hanya soal volume limbah, tetapi juga perilaku pembuangan sampah masyarakat dan lemahnya infrastruktur pengelolaan. Ahli mengajak peningkatan kesadaran publik sekaligus penguatan fasilitas pengelolaan sampah untuk mencegah penumpukan limbah serupa di masa depan. Penanganan sampah di pesisir ini juga melibatkan upaya pembersihan besar-besaran oleh pihak berwenang.

  • December 2025

    Bencana hidrometeorologis di Sumatera pasca COP30 menjadi bukti nyata meningkatnya risiko iklim bagi negara berkembang. Saatnya Indonesia bersama negara berkembang lainnya mendorong aksi nyata yang lebih kuat dari negara maju dan membawa kembali Amerika Serikat kepada komitmen iklim global sesuai Kesepakatan Paris.

  • December 2025

    Para pakar lingkungan menilai bahwa perluasan layanan air minum perpipaan oleh PAM dapat menjadi solusi penting untuk mengurangi ketergantungan warga Jakarta pada air tanah yang berlebihan. Dengan memperluas jaringan air PAM dan meningkatkan akses air bersih perpipaan, tekanan pada sumber air tanah dapat berkurang, sekaligus membantu menangani masalah seperti penurunan muka tanah akibat eksploitasi air tanah yang intensif di ibu kota.

  • December 2025

    Penggunaan air tanah di Jakarta semakin intensif dan dikhawatirkan mempercepat penurunan muka tanah serta menurunkan kualitas air tanah. Para ahli menyoroti bahwa eksploitasi air tanah tanpa pengelolaan yang baik dapat membuat tanah ambles dan memperparah risiko banjir serta intrusi air laut di kota yang sudah rawan ini, sehingga mendesak perlunya solusi alternatif sumber air bersih dan pengaturan penggunaan air bawah tanah.

Environment Institute

Science Action Innovation

was established in 2010 and has been being dedicated for the nature and humanity. The vision of the organization is to become a part of global entity in sustaining the earth’s life support systems for the human welfare.

0+
Past events hosted
0K
Social media followers