
Air Kali Cakung Drain menghitam karena tercemar limbah industri dan rumah tangga.(KOMPAS.com/ SHINTA DWI AYU)
Air hitam pekat menyerupai kopi Americano menodai aliran Kali Cakung Drain di Cilincing, Jakarta Utara, setiap harinya.
Kondisi ini menunjukkan tingginya pencemaran akibat limbah rumah tangga dan industri, yang berdampak pada kesehatan dan psikologis warga sekitar.
Kali Cakung sendiri mengalir dari Kota Bekasi, Jawa Barat, dan masuk ke wilayah DKI Jakarta lewat bagian timur.
Ketika masuk ke DKI Jakarta, alur utamanya adalah ke Banjir Kanal Timur (BKT) yang kemudian terus mengalir hingga bermuara di Laut Jawa, kawasan Marunda, Cilincing, Jakarta Utara.
Lebar Kali Cakung Drain di wilayah Cilincing sendiri kurang lebih sekitar 15 meter. Kali tersebut diimpit oleh perumahan padat penduduk dan pabrik-pabrik industri.
Saking hitamnya, warga menyamakan kondisi air di kali ini menyerupai kopi pahit karena warnanya yang begitu pekat.
“Dulu pas pertama kali lewat sini saya juga kaget kok kalinya hitam pekat ibaratnya kayak kopi pahit americano,” ucap salah satu warga bernama Bowo (45) ketika diwawancarai Kompas.com di lokasi, Senin (24/11/2025).
Sejak pertama kali menginjak kaki di Cilincing, Bowo selalu penasaran mengapa air kali tersebut bisa berwarna hitam pekat, tidak seperti kali lainnya yang cenderung kecokelatan.
Namun, seiring berjalannya waktu, ia menduga bahwa menghitamnya air kali disebabkan oleh limbah dari pabrik dan rumah tangga di sekitarnya.
Limbah diduga jadi penyebab
Warga lain bernama Tursini (56) juga bercerita bahwa dulu kondisi air di Kali Cakung Drain tidak hitam pekat seperti sekarang ini. Ia juga menduga limbah menjadi penyebab utama yang membuat air di kali itu menghitam.
“Kondisi airnya memang hitam banget, tadinya enggak hitam, tapi karena ada limbah kan, mungkin ada yang buang tinja atau apa,” tutur Tursini.
Selain warnanya yang hitam, air di kali itu seringkali mengeluarkan aroma yang menyengat seperti gas. Aroma menyengat tersebut hampir muncul dan dicium warga setiap harinya, meski jamnya tidak menentu.
Selain airnya hitam dan sering berbau, Kali Cakung Drain juga seringkali terdapat banyak sampah. Sebagai warga sekitar, Tursini mengaku seringkali ikut membantu membersihkan sampah-sampah yang mengambang.
“Banyak banget, barusan saya bersihin kayak pulau banyak banget, kebanyakan sampah plastik, pohon pisang, ranting-ranting, segala palet, balok, bekas kulkas, bangku-bangku,” jelas dia.
Padahal, kata Tursini, petugas Badan Air dari Dinas Lingkungan Hidup rutin membersihkan sampah-sampah di kali ini setiap harinya.
Namun, karena adanya kiriman dan masih banyak warga yang membuang ke kali, Kali Cakung Drainase masih sering dipenuhi sampah.
Tursini bilang, banyak warga dari berbagai daerah membuang sampah di Kali Cakung Drain. Biasanya, warga yang membuang sampah ke kali tersebut menggunakan sepeda motor.
Menghitam sejak 2010
Sedangkan menurut warga lain bernama Dani (32), kondisi sampah di Kali Cakung Drain lebih sedikit dibandingkan dulu.
“Kalau dulu dibanding hari ini sebenarnya lebih mending hari ini kalau dari sampah, kalau dulu banyak sampah tapi airnya enggak hitam, kalau sekarang airnya hitam sampahnya sedikit,” tutur Dani.
Dani mengatakan air Kali Cakung Drain mulai menghitam sejak 2010-an hingga saat ini. Sejak itu pula, kali ini sering mengeluarkan aroma menyengat. Bau menyengat itu disebut sering muncul ketika air laut sedang pasang.
Kali tercemar berat
Pakar Lingkungan dari Universitas Indonesia, Mahawan Karuniasa, menyebutkan air yang menghitam menunjukkan bahwa Kali Cakung Drain sudah tercemar berat.
“Jadi, sederhananya warna hitam dan berbau menunjukan bahwa sungai berada dalam kondisi tercemar berat, beban limbahnya melebihi daya dukungnya,” kata Mahawan kepada Kompas.com, Kamis.
Mahawan bilang, 13 sungai yang ada di Jakarta memang sudah tercemar, baik itu ringan maupun berat. Air kali yang menghitam di Kali Cakung Drain dinilai tidak bisa dibiarkan begitu saja, karena sudah termasuk pencemaran berat.
Dengan kondisi yang sudah tercemar berat, seharusnya pemerintah bisa mengambil tindakan untuk melakukan perbaikan.
Limbah industri dan rumah tangga

Air Kali Cakung Drain menghitam karena tercemar limbah industri dan rumah tangga.(KOMPAS.com/ SHINTA DWI AYU)
Mahawan menilai penyebab utama air Kali Cakung Drain menghitam ada dua, yaitu limbah industri dan rumah tangga.
“Tentu saja kita bisa melihat sumber penyebabnya, saya kira memang sumber utamanya dua, limbah rumah tangga dan limbah industri,” ucap Mahawan.
Jadi, tidak bisa disebut penyebab utama tercemarnya kali tersebut hanya karena limbah industri di sekitarnya saja.
Berbagai kegiatan rumah tangga, mulai dari mandi, mencuci, memasak, semuanya menghasilkan limbah cair yang tak jarang langsung masuk ke kali atau sungai sehingga mencemari. Padahal seharusnya, limbah rumah tangga tersebut tidak langsung mengalir ke kali atau sungai.
“Oleh karena itu, dibutuhkan pengolahan limbah komunal sehingga yang masuk ke saluran, ke sungai sudah ada pengelolaan limbah,” tutur Mahawan.
Begitu juga dengan industri atau pabrik yang seharusnya sudah melakukan pengolahan limbah yang baik sehingga tidak mencemari kali atau sungai di sekitarnya.
Sebab, jika tak ada pengolahan limbah rumah tangga dan industri yang baik, pencemaran di Kali Cakung Drain Cilincing yang merupakan hilir karena dekat laut semakin kompleks.
Padahal, seharusnya drainase tersebut tidak menjadi tempat pembuangan limbah karena bermuara ke laut.
“Dan ini merupakan bentuk satu perubahan fungsi hidrologis dari drainase yang sudah seolah-olah berubah fungsinya menjadi aliran limbah rumah tangga dan industri sehingga ini menjadi suatu persoalan,” ujar Mahawan.
Masalah kesehatan dan psikologis

Air Kali Cakung Drain menghitam karena tercemar limbah industri dan rumah tangga.(KOMPAS.com/ SHINTA DWI AYU)
Kondisi air kali yang hitam tentu saja akan berpotensi mendatangkan dampak buruk terhadap kesehatan warga yang tinggal di sekitarnya.
Jika kesehatannya terganggu maka kualitas hidup warga yang tinggal di bantaran kali secara otomatis akan menurun. Selain itu, air kali yang hitam juga berpotensi mengganggu psikologis warga di sekitarnya.
“Kita melihat air yang hitam bau itu tentu menjadi suatu tekanan mental, psikologis, stres tersendiri sehingga ini mendatangkan gangguan kegiatan sosial masyarakat, kondisi lingkungan masyarakat,” ungkap dia.
Dinas Lingkungan Hidup (LH) Provinsi DKI Jakarta pun buka suara terkait kondisi air Kali Cakung Drain yang menghitam.
Humas Dinas LH DKI Jakarta Yogi Ikhwan menyebutkan, air kali itu bisa menghitam karena limbah domestik.
“Air Kali Cakung Drain berwarna (hitam) diakibatkan oleh limbah domestik atau rumah tangga, karena sepanjang ruas Kali Cakung Drain terdapat pemukiman padat penduduk,” kata Yogi.
Air di Kali Cakung Drain bisa berwarna hitam disebabkan oleh air laut yang sedang pasang. Namun, ketika turun hujan, air di kali tersebut kembali normal.
Tak tinggal diam
Yogi menegaskan pemerintah tak tinggal diam terhadap kondisi Kali Cakung Drain yang tercemar limbah. Oleh sebab itu, Dinas LH menurunkan 10 personel untuk membersihkan kali setiap harinya.
Ketika membersihkan Kali Cakung Drain, para petugas juga dilengkapi sarana dan prasarana memadai.
Mulai dari perahu ponton bermesin, perahu ponton tidak bermesin, alat berat excavator SH 210, armada pengangkutan sampah mobil Tifer, dan armada pengangkutan sampah mobil Carry.
Dalam rata-rata per hari, estimasi sampah yang diangkut ketika musim kemarau kurang lebih enam meter kubik, sedangkan musim penghujan jumlahnya lebih banyak, yakni mencapai 12 meter kubik.
Sumber: Kompas

