
Pelatihan Sustainability Report dan Carbon Accounting digelar di Gedung IASTH Lt. 5 Universitas Indonesia, Salemba, untuk memperkuat kapasitas peserta dalam menyusun laporan keberlanjutan dan memahami akuntansi karbon secara ilmiah dan berdampak.
Jakarta, 6 Mei 2026 – Pelatihan yang berlangsung pada 08.00-17.00 WIB ini menghadirkan pembahasan praktis mengenai penyusunan sustainability report, Environment-Social-Governance (ESG), dan kebutuhan carbon accounting bagi organisasi, perusahaan, serta lembaga publik. Melalui modul, materi pelatihan, dan workshop, peserta diarahkan untuk memahami bahwa laporan keberlanjutan tidak cukup menjadi dokumen administratif, melainkan harus menjadi alat untuk membaca risiko, mengubah keputusan, dan memperbaiki dampak nyata. Pelatihan diikuti oleh 57 peserta dari mahasiswa dan alumni Ilmu Lingkungan.
Pesan utama dari kegiatan yang diselenggarakan oleh CPHS-UI bekerjasama dengan Environment Institute Indonesia (ENVIRO) menegaskan bahwa laporan dapat menjadi narasi, namun belum tentu mengubah arah keputusan, perilaku, dan dampak nyata. Laporan yang rapi di atas kertas belum tentu mampu menjawab krisis ekologis, ketimpangan sosial, dan risiko jangka panjang. Karena itu, sustainability science diperlukan untuk menjaga agenda keberlanjutan agar keputusan benar-benar menjawab akar permasalahan, bukan hanya kepatuhan kepada aturan dan memenuhi tuntutan pasar.
Mahawan Karuniasa, pakar sustainability science Universitas Indonesia sekaligus Head of CPHS UI, menegaskan bahwa sustainability report perlu ditempatkan sebagai kompas perubahan. “Tanpa sustainability science, sustainability report mudah menjadi dokumen, namun dengan sustainability science, ia menjadi kompas perubahan karena menghubungkan data, risiko, keputusan, dan dampak nyata bagi manusia serta planet Bumi,” ujarnya. Pelatihan ini diharapkan memperkuat kapasitas peserta untuk menyusun laporan yang lebih bermakna, sekaligus memahami carbon accounting sebagai salah satu dasar pengambilan keputusan keberlanjutan.

