COP30 in Belém will take place at a time when global scientific reports show an accelerating climate crisis. Vulnerable regions, especially in developing and least developed countries, are increasingly feeling the impacts. The central question remains: are political systems and world leaders ready to follow the science?
Pembangunan Giant Sea Wall di Pantura diperkirakan akan mengubah ekosistem pesisir dan berisiko merusak habitat mangrove serta terumbu karang. Proyek ini juga dianggap belum mampu mengatasi banjir rob dan penurunan muka tanah secara menyeluruh, sehingga perlu kajian lebih lanjut demi kelestarian lingkungan dan masyarakat sekitar.
Dosen UI mengusulkan regulasi dan sistem pelaporan yang lebih sederhana untuk mengatasi kekurangan pengawas dampak lingkungan. Dengan cara ini, pengawasan dapat dilakukan lebih efektif meski dengan sumber daya manusia terbatas. Kerja sama dengan perguruan tinggi dan pelibatan masyarakat serta NGO juga dianggap penting dalam pengawasan lingkungan yang lebih menyeluruh.
Pendidikan lingkungan sejak dini, penegakan hukum tegas, dan sinergi antara pemerintah, swasta, serta masyarakat menjadi fondasi penting dalam menjaga bumi sebagai sistem pendukung kehidupan, ujar Dr. Mahawan Karuniasa.
Pembangunan di Pulau Padar harus ikut membiayai konservasi, tegas akademisi UI. Meski isu 600 vila dibantah, proses izin tetap diawasi ketat. Konservasi dan keberlanjutan lingkungan tak boleh dikorbankan demi investasi.
Below is a written statement from UN Climate Change Executive Secretary Simon Stiell, on the final day of the UN June Climate Meetings (SB62) on 26 June 2025, in Bonn, Germany.
Environment Institute
Science Action Innovation
was established in 2010 and has been being dedicated for the nature and humanity. The vision of the organization is to become a part of global entity in sustaining the earth’s life support systems for the human welfare.

